Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

CHAPTER 4: API MEMBESAR

Keesokan paginya, aku datang ke sekolah tanpa ekspektasi apa pun. Sama seperti biasanya. Sama seperti hari-hari lain ketika aku pikir semuanya berjalan normal. Tapi ternyata tidak. Begitu aku menjejakkan kaki di gerbang SMA Sriwijaya, hal pertama yang kulihat adalah dia. Adelia. Cewek yang bikin hidupku naik turun kayak grafik saham global dalam semalam. Ia berdiri di depan kelas dengan tangan terlipat, seolah menungguku lewat hanya untuk memulai peperangan kecil kami sehari-hari. Rambutnya dibiarkan tergerai rapi, wajahnya sudah setengah kesal padahal aku belum melakukan apa-apa. “Bagus,” gumamku. “Pagi-pagi udah ada masalah.” Bima yang berjalan di sampingku ngakak. “Bro… itu namanya bukan masalah. Itu namanya takdir.” “Takdir apaan?” “Takdir lo ribut tiap hari ama cewek yang sama.” “Bim, sumpah gue lagi nggak mau berantem.” Tapi tampaknya semesta punya selera humor sendiri. Karena begitu aku lewat, Adelia langsung meluncurkan kalimat khas penyulut pertengkaran kami. “Lu...

CHAPTER 3: TIGA SERANGKAI

Saat pulang, kami bertiga selalu kumpul diparkiran sekolah untuk pulang bersama, yang kebetulan SMA Anbiya berada disebelah SMA-ku. Perbatasan kedua sekolah hanya dipisahkan pagar tinggi yang catnya sudah mulai terkelupas. Tapi bagi kami bertiga aku, Yohan, dan Bima pagar itu tidak pernah membatasi apa pun. Itu hanya jadi latar belakang dari rutinitas yang sudah kami jalani bertahun-tahun. Setiap pulang sekolah, kami selalu bertemu di tempat yang sama, sebuah sudut parkiran dekat pohon ketapang besar. Tempat itu bukan sekadar titik kumpul. Itu rumah kecil setelah rumah sebenarnya. Tempat kami melempar keluh, tawa, marah, dan segala hal yang tidak bisa kami bagi kepada siapa pun. Dan hari ini, seperti biasa, aku, Yohan mengambil langkah cepat menuju parkiran sambil merapikan seragam yang asin oleh keringat. Bima sudah bersandar pada motor matic kesayangannya menungguku. Kami bertiga sudah memiliki SIM, jadi kami bebas berpergian kemana saja asal ada SIM. “Akhirnya lu keluar juga,” Bima ...

CHAPTER 2: BENTURAN

Hari Senin pagi biasanya sudah cukup menyebalkan tanpa perlu ditambah drama. Tapi entah kenapa sejak masuk SMA Sriwijaya, hidupku seperti punya bakat alami ketemu masalah baru dan biasanya sumber masalah itu selalu sama. Adelia Anzani. Cewek dengan rambut bergelombang yang selalu rapi, suara yang tajam kayak bel sekolah, dan tatapan yang entah kenapa selalu kayak menilai kehidupanku dari ujung kepala sampai ujung sepatu. Dan ya… setiap kali kami berinteraksi, pasti ada aja yang bikin aku naik darah. Hari ini pun begitu. “Yohan!” Suara Bima memanggil dari belakang. “Bro, kelas Matematika pindah ke lab.” Aku mengangguk sambil mempercepat langkah. “Iya, gue tau..” BRUGG! Aku menabrak seseorang di tikungan koridor. Buku-buku berjatuhan, suara cewek itu terdengar jelas kesal, tajam, dan sangat familiar. “Ya ampun, Yohan! Mata lo dipinjemin siapa sih?” Aku mendongak. Dan tentu saja… Adelia. Aku menarik napas panjang. “Gue buru-buru.” kataku. “Terus? Buru-buru bukan berarti harus nabrak orang...

CHAPTER 1: PERTEMUAN DAN MUSUH

CHAPTER 1: PERTEMUAN DAN MUSUH Hari pertama saat masuk di SMA sriwijaya tidak terbayangkan akan sangat melelahkan, yang ku kira hanya untuk perkenalan saja tetapi ternyata di hari pertama aku bertemu dengan banyak orang, ada yang ingin pergi ke kantor, ingin berangkat sekolah bahkan ada yang sedang berolahraga. Aku tiba di sekolah lebih awal dari Bima. Biasanya kami berangkat bersama, tetapi untuk hari ini dia telat untuk pergi ke sekolah karena kesiangan, sebenarnya tadi malam bima mengajak ku untuk pergi menonton pertandingan sepak bola bersama tetapi aku menolak nya karena besok adalah hari pertama kami sekolah. Gedung SMA sriwijaya terlihat indah di pagi hari, dengan dinding berwarna biru dan kaca-kaca besar yang memantulkan sinar matahari, di tambah di sekeliling sekolah terdapat banyak pohon yang subur menambahkan citra asri pada sekolah. Dikoridor sekolah terdapat siswa-siswi baru yang sedang bercanda gurau bertemu teman baru, ada juga yang sedang berfoto di lapangan sekolah, ...